Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

PT. Saung Mirwan Garut

Saung Mirwan merupakan perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan produk pertanian. Berdiri pada tahun 1983 di Bogor. Setelah itu pada tahun 1985, perusahaan ini mulai melebarkan sayapnya ke daerah Cipanas, Kab.Cianjur. Barulah pada tahun 2000 PT. Saung Mirwan membuka anak perusahaannya di Kabupaten Garut.

Pada awal kinerjanya, lahan yang digunakan untuk menanam komoditas merupakan lahan petani yang disewa oleh pihak perusahaan dengan sistem kontrak. Lahan Garut merupakan areal produksi dengan luas 9 Ha yang diperoleh dengan menyewa lahan dari para petani yang bermukim di sekitar areal pertanaman. Lahan yang tersebar di sekitar Kecamatan Cisurupan ini tersebar di desa Cisurupan, Tambakbaya, Cilame, Cidatar, Barusuda, dan Balewangi. Lahan luar seluas 8.7 Ha terdiri atas tanaman kapri, lollorosa, butterhead, selada keriting, selada merah, endive, lettuce head, lettuce romaine, asparagus, brokoli, edamame, zukini hijau, radichio, kailan baby, kailan, daun bawang, pakcoy putih, dan pakcoy hijauĀ . Green house / persemaian seluas 0.06 Ha digunakan untuk tempat persemaian. Lain lain seluas 0.24 Ha terdiri atas sarana dan prasarana kebun seperti kantor, asrama, dan lain lain.

Namun sejak tahun 2005 PT. Saung Mirwan mulai menerapkan sistem kemitraan dengan petani sekitar. Pihak Saung Mirwan menyediakan benih dalam jumlah tertentu. Petani bertugas untuk menanam berbagai komoditas, hasilnya dibeli oleh Saung Mirwan dan kemudian didistribusikan kepada pembeli. Saat ini ada sekitar 50 petani di sekitar desa Cisurupan yang menjalin kemitraan dengan PT. Saung Mirwan. Dengan lahan yang digunakan sekitar 1,5 – 2 Ha / minggu / tanam. Hasil yang didapat sekitar 4 ton produk / minggu (6 hari).

Untuk benih yang digunakan adalah Cap Panah Merah (produk PT. Easwest Indonesia). Persemaian dilakukan di rumah kaca dalam waktu sekitar 3 minggu. Media yang digunakan adalah sekam bakar dan tanah 1 : 1. Hari Selasa pada setiap minggunya diplotkan untuk menyemai benih yang berkecambah. Sedangkan hari Rabu untuk benih nonkecambah. Masalah yang terkadang muncul adalah pathogen cendawan yaitu Phytium sp.

Dalam proses produksinya (penanaman) pihak Saung Mirwan tidak lepas begitu saja, mereka tetap mengadakan controlling terhadap petani mitra. Salah satunya diadakan penyuluhan lapangan terhadap petani-petani tersebut. Untuk masalah OPT (Organisme Penggangu Tanaman), semua tindakan pengendalian menjadi tanggung jawab petani. Amat disayangkan, petani masih mengendalikan hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida. Karena untuk menyelenggarakan pertanian yang bersifat organik masih ditemui berbagai kendala di lapangan. Seperti yang sempat dilihat di lapangan, lahan petani yang bermitra dengan Saung Tani berdampingan dengan petani nonmitra.

Permasalahan yang sering terjadi pada komoditas andalan PT. Saung Mirwan Garut adalah penyakit oleh bakteri terutama pada musim penghujan. Hal ini terlihat pada lahan selada dengan berbagai jenis yang sempat dikunjungi. Sehingga pihak perusahaan menerapkan quality control berupa perbedaan jarak tanam antara musim kemarau dan musin hujan. Ini untuk mengantisipasi penyebaran baik hama maupun penyakit.

PT. Saung Mirwan dalam sepak terjangnya sebagai penghasil produk pertanian, mengandalkan kontinuitas produk mereka yang terjamin. Juga quality control sebelum didistribusikan. Barang yang didistribusikan hanya yang sesuai dengan standar tertentu dan sisany biasanya dibiarkan untuk diambil petani yang nantinya menjadi pupuk kompos atau pakan ikan.

Untuk pendistribusian mereka juga menerapkan sistem kontrak dengan pembeli. Seperti komoditas lettuce yang langsung didistribusikan ke salah satu restoran cepat saji ternama dan swalayan ternama di Indonesia. Begitu juga komoditas lainnya yang telah memiliki pembeli tetap. Sedangkan edamame diproduksi untuk pasar ekspor sebanyak 3 ton/ ha / masa tanam (70 hari). Dan untuk berbagai jenis lettuce dihasilkan 3000-3500 kg / jenis / masa tanam (7 minggu).

Created by:

Keisha Disa Putirama (A34080045)